In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ketika engkau mendapati tidak ada seorangpun selain Allohu Ta'ala bersamamu, maka ketahuilah bahwasanya Allohu Ta'ala sudah lebih dari cukup dibandingkan segalanya.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi.." (As-Suusiy)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhainya. Maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam syurga-Ku.." (Al-Fajr : 27-30)

Recent Posts

Jumat, 27 Januari 2017

NHW#1_Nafsa Muthmainna_IIP Solo

Bismillaahirrahmaanirrahiim
In The Name of Allaah The Most Gracious The Most Merciful

Pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan salah satu tugas dalam kegiatan yang sedang saya ikuti. Kegiatan itu adalah mengikuti kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional sebagai salah satu ikhtiar saya untuk mengembangkan diri menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya.

Baik, kita langsung saja ya :)
Tugas yang biasa disebut sebagai Nice Home Work, atau biasa disingkat NHW #1 pertama kali ini terdiri dari beberapa pertanyaan. Mari langsung kita bahas saja yuk ^^

1.       Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
   
            Hmm, agak sulit ya kalau diminta menyebutkan hanya 1 jurusan ilmu yang akan saya tekuni. Karena prinsipnya saya terbuka pada ilmu apapun, selama itu bermanfaat bagi saya dan sesama. Namun,  saya diminta menyebutkan satu jurusan ilmu saja disini, mungkin agar saya bisa lebih fokus dan total dalam mempelajari ilmu tersebut ya. Baiklah,  ketika mendengar pertanyaan ini, jawaban yang terlintas pertama kali adalah ilmu yang sesuai dengan bidang profesi saya, yakni ilmu kedokteran. Saat ini saya berprofesi sebagai seorang dokter umum, dan saya sangat ingin bisa jauh lebih mengembangkan ilmu kedokteran yang telah saya pelajari tersebut.
S            Selain ilmu kedokteran, saya sedang semangat sekali mempelajari ilmu tentang parenting. Hal ini karena saya baru saja menjadi ibu dari seorang putri yang saat ini sedang berusia menjelang 3 bulan. Tentunya saya ingin sekali bisa menjadi seorang ibu yang mampu menjadi sebaik-baik madrasah pertama bagi putri saya. 
          Dan pada akhirnya ketika saya melihat lebih jauh kedalam hati saya, dan setelah berdiskusi dengan suami, saya memutuskan akan menekuni ilmu parenting. Untuk saat ini sepertinya prioritas saya adalah belajar menjadi seorang ibu yang baik bagi anak-anak saya. Meskipun demikian, bukan berarti saya meninggalkan bidang profesi saya. Semoga saya bisa diberikan kesempatan oleh Allaah untuk bisa menjalani peran sebagai dokter yang tetap bisa fokus dengan baik mendidik anak-anaknya. Aamiin.

2.       Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

               Bagi saya, diantara berbagai macam hak yang bisa didapatkan seorang wanita, hak yang teramat istimewa adalah kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Saya percaya setiap anak itu memiliki fitrah yang sudah diberikan oleh Allaahu Ta’ala dan tugas kita sebagai orang tua adalah memastikan anak-anak kita tetap dalam fitrahnya masing-masing. Anak adalah hadiah terbesar sekaligus amanah yang luar biasa dari Sang Pencipta. Untuk bisa menjaga amanah tersebut dengan baik, maka sepantasnya sebagai orang tua kita belajar untuk bisa membimbingnya dengan sebaik mungkin. Untuk itulah, ilmu parenting teramat penting untuk dipelajari.
S         Saya merasa masih sangat awam dan buta dengan dunia parenting, oleh karena itu saya sangat ingin menekuni ilmu ini dan sambil berlatih untuk mengaplikasikannya dalam dunia sehari-hari.


3.       Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan pada bidang tersebut?

P          Pertama yang paling penting adalah meluruskan niat saya dalam menuntut ilmu. Bahwa saya akan belajar ilmu parenting untuk mencari keridhaan Allaah sebagai salah satu ikhtiar saya untuk menjaga amanah dari-Nya dengan sebaik mungkin.  Kedua, saya akan berusaha mengumpulkan berbagai macam sumber belajar dan literasi tentang parenting. Ketiga, saya akan belajar dari pakar-pakar parenting, bisa dengan mengikuti seminar atau kelas tentang parenting, bisa juga dengan diskusi langsung untuk mendapatkan pengalaman dari beliau. Keempat, saya akan berusaha mengajak suami saya untuk turut terlibat dalam proses belajar saya. Selain menjadi teman diskusi, dukungan suami pasti akan sangat berperan dalam mengamalkan ilmu parenting yang sedang saya pelajari. Kehadiran suami bisa menjadi penyemangat dan pengingat ketika saya merasa malas untuk belajar. Dan yang terakhir, saya harus memiliki komitmen yang kuat untuk tetap istiqomah mempelajari ilmu tersebut sambil belajar untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari setahap demi setahap.

4.       Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

             Dalam proses pencarian ilmu tentu saja banyak sikap yang harus saya rubah agar bisa menjadi penuntut ilmu yang baik. Ada adab-adab menuntut ilmu yang harus saya pelajari  dan praktekkan untuk mendapatkan ilmu. Saya tentunya harus memiliki kesadaran bahwa diri saya masih miskin ilmu parenting, sehingga saya akan terus bersemangat dalam mempelajarinya. Saya pun harus berpikiran terbuka dan tidak segan menerima informasi dari berbagai sumber pembelajaran, sambil tentu saja menyaring setiap informasi tersebut dan tidak menerimanya mentah-mentah. Saya juga harus mendisiplinkan diri saya agar serius dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, tidak hanya semangat di awal, namun kendor dan putus asa di tengah jalan. Sebisa mungkin saya juga harus meluangkan waktu untuk menuntut ilmu, bukan menuntut ilmu di waktu luang.

          Salah satu kelemahan saya adalah kemampuan untuk memanajemen waktu dengan baik. Oleh karena itu saya harus belajar untuk mampu membagi waktu dengan sebaik mungkin. Saya harus berlatih memilah dan memilih hal-hal yang menjadi prioritas dan penting untuk dikerjakan. Selain itu saya juga tidak boleh merasa sudah paling paham tentang ilmu yang dipelajari, karena pada dasarnya semakin kita belajar saat itulah kita akan menyadari bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui.

        Alhamdulillaah, selesaiii.. Semoga apa yang saya tulis bisa benar-benar saya realisasikan dan senantiasa berbuah kebaikan. Aamiin



Jum’at, 27 Januari 2017 pukul 21:59
Nafsa Muthmainna


sumber gambar : https://adefahrizal24.files.wordpress.com/2014/04/teruslah-menuntut-ilmu.jpg