Recent Posts

Senin, 05 Juni 2017

Komunikasi Produktif (Day 1)

Bismillaahirrahmaanirrahiim
In The Name of Allaah  The Most Gracious The Most Merciful

Alhamdulillaah setelah menjalani kelas Matrikulasi IIP, saya berhasil lulus dan masuk ke kelas selanjutnya, yakni kelas Bunda Sayang. Pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan tantangan hari pertama pada Game Level 1 Kelas Bunda Sayang.

Pada game kali ini, berisikan tantangan tentang Komunikasi Produktif. Setelah mendapatkan materi mengenai Komunikasi Produktif, maka tantangan 10 hari yang dimaksud tentunya adalah belajar untuk mempraktikannya. Komunikasi Produktif bisa dilakukan baik pada pasangan, maupun pada anak.Masing-masing terdapat poin komunikasi yang bisa dilatih untuk dilakukan.

Pada tantangan 10 hari kali ini, saya akan belajar untuk melakukan Komunikasi Produktif pada pasangan dan anak. Meski saat ini saya dan suami sedang menjalani Long Distance Marriage, namun bukan berarti tidak bisa menjalani Komunikasi Produktif. Berikut uraian hari pertama saya, tanggal 3 Juni 2017.

1.       Komunikasi Produktif pada Suami
Saya memilih poin “ Choose the Right Time” untuk mengawali komunikasi produktif saya dengan suami. Kenapa poin ini? Karena saya dan suami saat ini sedang terpisah jarak dan waktu akibat beda negara dan benua. Tentunya poin memilih untuk berkomunikasi di waktu yang tepat menjadi sangat penting bagi kami berdua.

Hari pertama mempraktikannya, saya mendapatkan kabar bahwa pengajuan visa saya dan Akhfiya ke UK di tolak. Awalnya rencana saya akan menyusul suami selepas Lebaran nanti. Tapi qoddarallaah, rencana ternyata terpaksa berubah. Berat sekali hati saya ketika mengetahui bahwa saya dan suami harus LDM lebih lama lagi. But Allaah knows best. Rencana Allaah pasti berkali lipat lebih indah dari keinginan kami berdua.

Ketika mencoba mengkomunikasikan dengan suami, saya memilih waktu yang tepat agar bisa diskusi dengan nyaman. Kami hanya telponan singkat di awal, namun karena sinyal di rumah mertua tidak bersahabat, dan kondisi suami sedang mengantuk karena disana pagi buta, maka kami tunda diskusi kami di waktu yang lain. Meski sebenarnya di dalam hati saya galau luar biasa, saya meminta suami istirahat terlebih dahulu. Saya juga izin kepada mertua untuk pulang lebih awal ke rumah mama agar mendapatkan sinyal yang baik untuk menelpon suami. Ya, saya memilih untuk berkomunikasi di waktu yang tepat. Karena jika tidak, kami pasti tidak bisa diskusi dengan nyaman. Apalagi setelah mendengar kabar yang tidak mengenakkan seperti itu. Bila salah memilih waktu yang tepat, kami justru bisa saling menyalahkan. Apalagi kondisi kami sedang berjauhan.

Setelah saya sudah di rumah mama, dan suami sudah cukup istirahat, kami pun meluangkan waktu kembali untuk menelpon. Kali ini waktunya benar-benar tepat. Akhfiya sudah tertidur lelap sehingga diskusi kami juga tidak terganggu dengan tangisan si kecil. Alhamdulillaah, malam itu kami bisa saling mengalirkan perasaan, saling menghibur sekaligus mencarikan solusi terbaik untuk permasalahan kami. Kami pun menutup sesi telpon kami dengan perasaan dan hati yang jauh lebih enteng dan bahagia. Alhamdulillaah.


2.       Komunikasi produktif pada Anak.
Untuk komunikasi pada anak, saya memilih poin “Intonasi dan Suara yang Ramah”. Hal ini karena anak saya masih berusia 7 bulan sehingga saya lebih mudah mengaplikasikan ini terlebih dulu. Perubahan yang saya lakukan di hari pertama adalah saya memilih menggunakan intonasi dan suara yang ramah ketika menyapa dan mengajaknya ngobrol. Akhfiya tampak sangat senang ketika mendengar suara dan melihat wajah saya. Dari mulai bangun tidur, hingga akan kembali terlelap saya berusaha untuk terus menggunakan intonasi dan suara yang ramah padanya. Alhamdulillaah hasilnya pun terasa meski baru sehari saya praktikkan. Akhfiya jadi lebih ceria dan mudah sekali tersenyum. Selain itu, momen menyuapi makanan juga menjadi jauh lebih menyenangkan. Alhamdulillaah.

                                                                                                                          



#day1 
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip 
                                


                
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

feel free to drop any comments, friends! ^^