Recent Posts

Selasa, 06 Juni 2017

Komunikasi Produktif (Day2)

Bismillaahirrahmaanirrahiim
In The Name of Allaah The Most Gracious The Most Merciful

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas hari kedua di Game Level 1. Langsung saja ya,

1.       Komunikasi Produktif pada Suami
Pada hari kedua berlatih komunikasi produktif pada suami, saya mencoba beralih ke poin selanjutnya yakni, “Clear and clarify”. Karena pada poin “Choose the Right Time” saya sudah memperoleh perubahan yang cukup signifikan. Namun bukan berarti poin “Choose the Right Time” kemudian saya tinggalkan. Sambil terus mempraktikkan untuk berkomunikasi di waktu yang tepat, saya akan belajar untuk menginjak pada poin selanjutnya.

Hari ini komunikasi yang saya lakukan dengan suami sudah pada waktu yang tepat. Alhamdulillaah kami dapat berkomunikasi dengan cukup lancar dan berkualitas. Masalah yang saya bahas bersama suami masih sama, tentang urusan visa UK. Urusan ini betul-betul menguras hati dan pikiran kami berdua, karena memang pengurusan visa ke UK sangat melelahkan. Setelah pengajuan visa kemarin ditolak, kami sudah rugi uang, waktu dan tenaga untuk proses pengajuan visa kemarin.
 
catatan perbandingan rencana
Lanjutan catatan perbandingan rencana



Saat berdiskusi dengan suami, saya berusaha sebisa mungkin menyampaikan poin-poin yang saya maksud sejelas mungkin. Bahkan saya sampai membuat catatan tertulis sebelum menelpon suami. Ketika berkomunikasi dengan suami, saya mengirimkan catatan itu via WA ke suami, kemudian kami membahas poin demi poin secara runtut. Setelahnya, saya memberikan kesempatan pada suami untuk bertanya, dan menyampaikan pendapatnya. Saya juga sangat terbuka dengan pertimbangan-pertimbangan yang ia berikan. Proses diskusi tentang visa ini berjalan berkelanjutan hingga akhirnya kami sama-sama puas dengan hasil diskusi  dan solusi yang kami sepakati bersama. Alhamdulillaah.

2.       Komunikasi Produktif pada Anak
Pada anak, saya masih ingin tetap berada pada poin “ Intonasi dan Suara yang Ramah”. Karena tampaknya ini masih harus terus saya latih. Saya terkadang merasa lupa untuk menggunakan intonasi dan suara yang ramah pada anak, apalagi jika kondisi hati saya sedang sempit, karena kabar visa ke UK yang di tolak itu. Namun, alhamdulillaah di hari kedua mempraktikannya saya berhasil menggunakan intonasi dan suara yang ramah pada Akhfiya. Saya melihat banyak senyuman di wajah Akhfiya. Saat proses menyuapi makanan pun terasa jauh lebih menyenangkan dan asyik. Akhfiya makan dengan sangat lahap dan bersemangat. Alhamdulillaah.


#day2
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip 
                           


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

feel free to drop any comments, friends! ^^