Recent Posts

Rabu, 07 Juni 2017

Komunikasi Produktif (Day 3)

Bismillaahirrahmaanirrahiim
In The Name of Allaah The Most Gracious The Most Merciful

Seperti sebelumnya, pada postingan kali ini saya kembali akan membahas tentang tugas tantangan Game Level 1 di kelas Bunda Sayang. Hari ini adalah hari ketiga ya, yuk kita bahas J

1.       Komunikasi Produktif pada Suami
Hari ini saya masih berkutat dengan poin “Clear and clarify”. Setelah pembahasan mengenai visa UK kemarin usai, hari ini kami berdiskusi tentang sebuah masalah internal keluarga di rumah. Masalah yang cukup menyita hati saya, karena membuat saya merasa tidak nyaman dengannya. Saya mengawali sesi telpon malam itu dengan bertanya terlebih dahulu apakah beliau disana baik-baik saja, apa yang sedang ia rasakan hari ini, dan apakah ia sedang sibuk? Well, karena saya ingin membahas sesuatu yang membutuhkan konsentrasi beliau. Beliau pun menyanggupinya.

Saya kemudian berusaha terbuka tentang masalah yang sedang saya hadapi di rumah. Apa yang sebenarnya masih saya rasakan, kekecewaan, rasa sedih, gundah, dan sakit hati. Saya dengan jelas memberikan gambaran akan suasana hati saya saat itu. Saya katakan pada beliau, betapa saya membutuhkan kehadiran beliau saat ini, nasihat, serta pelukan untuk saya. Setiap perasaan yang saya rasakah teralirkan dengan alami. Beliau pun merespon dengan cukup baik, berusaha mendengarkan terlebih dahulu apa yang sedang saya rasakan, baru setelah itu mulai bertanya, dan memberikan masukan.

Alhamdulillaah, saya tutup sesi telepon malam itu dengan permintaan kepada beliau berupa nasihat dan masukan bagi saya atas permasalahan yang sedang saya hadapi. Ia tidak harus menasihati saya langsung saat itu, karena memang waktu terbatas untuk menelpon. Ia bisa memberikan saya nasihat kapanpun ia siap, dan saya teramat menantikannya. Dan betapa saya merasa terharu, ketika saya terbangun, saya sudah mendapatkan surat cinta dari suami di WA. Suami menuliskan nasihat dengan begitu indah, begitu menyentuh hati saya. Saya bisa merasakan cinta yang dalam dan kebaikan yang ia inginkan untuk saya dalam tulisannya. Nasihat yang menyentuh hati saya, dan mengisi relung-relungnya dengan rasa cinta.
 
bagian awal surat cinta suami
2.       Komunikasi Produktif pada Anak
Hari ini setelah dua hari praktik melakukan poin “Intonasi dan Suara yang Ramah” pada anak, saya sudah merasakan perubahan yang cukup signifikan pada Akhfiya. Kali ini saya ingin beranjak pada poin selanjutnya, yakni “ Mengatakan yang Diinginkan”. Agak sulit memang mempraktikkan ini pada anak usia 7 bulan yang masih belum bisa berbicara. Namun, saya percaya apapun pesan yang akan saya sampaikan, meski ia tidak bisa menjawab , ia sebenarnya memahami itu.

Saya berusaha mengajaknya bicara ketika akan melakukan sesuatu. Mengajaknya mandi, makan, bermain dan aktivitas lainnya. Saya berusaha meminta izin dan melakukan pendekatan (sounding) tentang apa yang ingin saya lakukan, termasuk didalamnya adalah tentang puasa. Saya izin kepadanya untuk berpuasa, dan meminta maaf jika nanti ASI yang ia minum akan sedikit berkurang. Namun saya berjanji untuk mengganti kebutuhan ASI nya dimalam hari ketika sudah berbuka. Meski ia belum menjawab dengan kata-kata, ia merespon dengan pandangan mata yang menyejukkan hati saya. Saya belajar, bahwa di usia sekecil itu Akhfiya ternyata terus dan terus belajar untuk memahami dan merespon apapun yang saya sampaikan kepadanya. Alhamdulillaah J

#day3
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

feel free to drop any comments, friends! ^^