Recent Posts

Rabu, 07 Juni 2017

Komunikasi Produktif (Day 4)

Bismillaahirrahmaanirrahiim
In The Name of Allaah The Most Gracious The Most Merciful

Hari keempat melakukan praktik Komunikasi Produktif dengan suami dan anak. Langsung saja yuk kita bahas,

1.       Komunikasi Produktif dengan Suami
Hari ini saya masih tetap ingin melaksanakan poin “Clear and clarify”. Saat kondisi berjauhan dengan suami seperti ini, yang bisa saya lakukan untuk mengalirkan rasa hanya via suara atau video call saja. Namun itu tak menghalangi kami untuk tetap berkomunikasi secara intens dan berkualitas. Seperti yang sudah diceritakan pada hari sebelumnya, kemarin saya curhat pada suami tentang permasalahan di rumah, yang berujung pada surat cinta dari suami untuk saya J

Saya berusaha mempraktikkan nasihat dari suami sebaik mungkin. Namun, tampaknya saya gagal menjalankan nasihat dari beliau. Permasalahan yang saya hadapi bertambah pelik. Setelah menangis, saya berusaha menghubungi suami via WA dan meninggalkan pesan yang menyatakan bahwa saya ingin sekali ngobrol dengan beliau. Siangnya, saat suami sudah membaca pesan saya (karena disana baru pagi hari), kami pun telponan kembali.

Saya mengawali diskusi dengan bertanya, apakah beliau sedang sibuk karena ini menjelang ujian semester genap. Alhamdulillaah di tengah rutinitas kuliah beliau disana, suami selalu menyediakan waktu untuk mendengarkan obrolan saya. Ia mempersilakan cerita saya dan mendengarkannya dengan seksama.

Saya meminta maaf karena tenyata saya belum sanggup mempraktikkan nasihat dari beliau, meski saya tahu itu sangatlah benar. Saya menyesal dan sedih sekali saat itu. Hati saya terluka karena permasalahan yang sedang saya hadapi, sehingga saya sering sekali terbawa perasaan ketika membahas itu dengan suami. Isak tangis, suara sesenggukan mewarnai telpon saya siang itu. Suami saya begitu sabar mendengar uraian saya, sambil sesekali meresponnya. Akhirnya kami pun berdiskusi kembali dan menetapkan sebuah keputusan yang terbaik untuk saat ini. Sebuah keputusan yang insyaa Allaah menjadi jalan tengah dari permasalahan yang saya hadapi saat ini.

Sungguh saya teramat bersyukur memiliki suami yang selalu ada untuk saya, meski jarak terasa menjauhkan kami. Beliau selalu berkata, bahwa apapun yang ingin saya sampaikan padanya adalah hal penting. Tidak ada yang tidak penting untuknya bila menyangkut diri saya dan Akhfiya. Hati saya teramat berbahagia ketika mendengarnya. Alhamdulillaah.

Hari ini saya belajar, bahwa ternyata ketika saya mampu mengungkapkan perasaan saya dengan jelas dan tepat, saya akan merasa damai dan tenang. Setelah berdiskusi dengan suami, saya merasa hati saya lebih enteng dan tentram. Permasalahan yang awalnya terasa amat berat bagi saya, kini terasa lebih ringan.

2.       Komunikasi Produkti dengan Anak
Hari ini saya masih ingin membahas poin “Mengatakan yang Diinginkan” bersama Akhfiya. Ternyata terasa menyenangkan ketika saya berusaha mengajak bicara Akhfiya. Saya selalu berusaha untuk meminta izin dan memberikan pengertian kepadanya ketika saya ingin melalukan sesuatu. Semisal, saya ingin pergi sebentar ke swalayan dekat rumah, saya izin Akhfiya.

“Nak, Miya mau pergi sebentar ya beli susu untuk sahur nanti. Akhfiya di rumah dulu ya sama mbak Ami, baik-baik di rumah ya Miya cuma sebentar aja kok”

Dan saya mengakhir kalimat saya dengan senyuman dan kecupan untuknya. Alhamdulillaah, Akhfiya ikut tersenyum melihat saya tersenyum. Saya pun merasa tenang ketika meninggalkannya sebentar.

Ketika pulang dari swalayan, saya disambut oleh senyuman darinya yang teramat manis. Setelah mencuci tangan, saya segera menggendongnya kembali. Ia tampak sangat senang ketika saya gendong dan cium. Alhamdulillaah J


#day4
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

feel free to drop any comments, friends! ^^