Recent Posts

Rabu, 14 Juni 2017

Komunikasi Produktif (Day 7)

Bismillaahirrahmaanirrahiim
In The Name of Allaah The Most Gracious The Most Merciful

Sebuah tulisan tentang komunikasi produktif di hari ketujuh. Mari langsung kita bahas ya J

1.       Komunikasi Produktif dengan Suami
Setelah hari sebelumnya kaidah 7-38-55 belum bisa saya praktikkan dengan maksimal, hari ini saya akan berlatih untuk mempraktikkannya. Hari ini saya bertekad ketika suami menelpon, apapun kondisi yang sedang saya hadapi di rumah saya akan berusaha untuk menggunakan intonasi suara yang ceria dan menyenangkan saat menerimanya. Salah satu trik saya untuk melakukannya adalah berusaha tersenyum terlebih dahulu sebelum menerima telepon dari suami. Alhamdulillaah ternyata cara ini cukup berhasil untuk saya.

Dan ternyata ketika saya mampu menjaga kondisi hati saya tetap bahagia saat telpon dengan suami, perasaan bahagia itu akan tergandakan. Saya pun bisa menularkan kebahagiaan saya dengannya meski beliau hanya mendengar suara saya. Suami saya cukup sensitif untuk mengetahui perasaan yang sedang menggelayuti hati saya ketika sedang telponan. Saya pun demikian. Karena kondisi berjauhan seperti ini kami hanya bisa menebak perasaan pasangan dari kata-kata dan suara yang di perdengarkan. Alhamdulillaah sejauh ini kami terus berusaha untuk maksimal dalam mempraktikkannya J

2.       Komunikasi Produktif dengan Anak
Saya hari ini masih ingin belajar untuk menunjukkan empati pada anak. Setelah kemarin saya berusaha untuk memahami perasaan Akhfiya, kini saya ingin ia juga belajar berempati pada sesama. Buat saya untuk mengasah empati anak, maka kita pun juga harus menunjukkan empati kita. Meski mungkin sepele, ternyata dari hal-hal kecil itulah ia akan belajar untuk berempati.

Hari ini seperti biasa, Akhfiya bermain bersama kakak sepupunya, kak Khansa dan mas Raffa. Seperti biasa ketika bermain, pasti anak-anak akan saling berebut mainan, atau tidak sengaja memukul karena asyik bermain. Begitupun AKhfiya. Ketika ia sedang asyik dengan mainannya, tanpa sengaja tangannya bergerak sehingga memukul kak Khansa tanpa sengaja. Kak Khansa mengadu pada saya, dan saya yang melihat itu segera meresponnya. Saya melihat ke kak Khansa apakah dia baik-baik saja, setelah itu saya berusaha memberikan pengertian bahwa dek Akhfiya tidak sengaja melakukannya, dan meminta maaf pada Kak Khansa. Saya juga mengajarkan pada Akhfiya untuk meminta maaf pada kakaknya sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman. Alhamdulillaah Kak Khansa mau memaafkan, Akhfiya pun juga tampak senang.

Saat ini Akhfiya masih berusia 7 bulan. Meski mungkin ia belum sepenuhnya memahami, saya akan berusaha terus untuk mengasah empatinya untuk sesama. Dan ternyata semua itu bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana, cara-cara yang dekat dengan keseharian kita .  J

#day7
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

feel free to drop any comments, friends! ^^