Recent Posts

Sabtu, 19 Februari 2011

Alloh-lah Yang Menyembuhkan

Bismillahiirahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful




membantu meringankan beban manusia dan memperpanjang usianya

Itu adalah kata-kata yang kubaca saat melangkah ke lantai dua salah satu gedung di kampusku. Sempat ku terdiam sesaat, mencoba memahami kata-kata itu dengan jelas. Akhirnya ku bertanya pada seorang teman disampingku,
“Emm, maksudnya memperpanjang usia itu gimana ya? Bukankah takdir Alloh itu sudah pasti?”.
“Heumm, mungkin kan kalo kita menyembuhkan orang berarti kita bisa memperpanjang usianya cha..kan dia ndak jadi mati”
“Lho, tapi bukannya sembuh itu juga udah takdir dari Alloh ya? Hebat sekali kalo sampai seorang dokter bisa memperpanjang usia seseorang?.”
“Ndak tau dink cha..mungkin maksudnya berbeda”
“Heumm..”


Sedikit banyak rasa tak setuju menelisik benakku saat itu. Aku tak begitu bermasalah dengan kata-kata yang pertama, “Membantu meringankan beban sesama”. Itu memang benar, karena dokter memang berkewajiban mengurangi penderitaan yang dirasakan oleh orang lain. Sedangkan kata-kata yang kedua, “Memperpanjang usianya”. Bukankah itu terlalu berlebihan??

Dokter itu juga manusia. Itu yang harus pasti ditegaskan kembali. Karena banyak yang memandang profesi dokter itu sangatlah berlebihan. Dan sejujurnya aku tak begitu suka itu. Banyak sekali cerita ketika seorang pasien kritis atau sedang koma, lantas keluarganya berkata, “Dokter, tolong selamatkan nyawa anak saya! Anda kan seorang dokter, sudah seharusnya anda menyembuhkan anak saya!”. Dan banyak pula dokter yang menjawab, “Baik, saya akan berusaha sebaik mungkin. Ibu tenang saja”.

Miris dengan kondisi seperti itu. Lupakah seorang dokter dan pasiennya tentang satu hal yang sangatlah penting. Alloh, Rabb semesta alam. Ia-lah yang sesungguhnya berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini. Jika seseorang sedang sakit, maka sungguh Alloh sedang menguji kesabarannya dengan sakitnya. Jika seseorang sembuh, maka Alloh-lah yang menyembuhkannya. Dan ketika seseorang meninggal, itu pun sudah menjadi takdir dari Alloh yang tak dapat ditolak oleh siapapun. Bahkan seorang dokter sekalipun tak akan mampu menangguhkan maut yang datang menjelang.

Maka ketahuilah, tugas dokter bukanlah menyembuhkan pasien. Kesembuhan itu mutlak Alloh yang memberikan, bukan dokter. Sebagai seorang dokter, kita hanyalah menjadi perantara kesembuhan yang akan diberikan oleh Alloh. Berusaha sebaik mungkin, dan kemudian bertawakkal pada Alloh. Maka jika seorang dokter berhasil dalam mengobati pasiennya, maka hendaklah ia bersyukur pada Alloh. “Alhamdulillah, sesungguhnya Alloh-lah yang telah memberikan kesembuhan.”


Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat. (Ash-Shaad:34)
dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (Asy-Syu’araa’ : 80)

Wallahu a'lam bish-showab.

2 komentar:

he'em, studju, laik dis..
barakallahu fik, nafsa...
*bigg smilee*

yap2..^^
wa fiikum barokallahu fiik.

Posting Komentar

feel free to drop any comments, friends! ^^