In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ketika engkau mendapati tidak ada seorangpun selain Allohu Ta'ala bersamamu, maka ketahuilah bahwasanya Allohu Ta'ala sudah lebih dari cukup dibandingkan segalanya.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi.." (As-Suusiy)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhainya. Maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam syurga-Ku.." (Al-Fajr : 27-30)

Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label sayup rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sayup rindu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 November 2013

Tentang Sebentuk Cinta. Harapan. Penawaran.

bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful





Bertanya dalam diam.
Padanya, pada mereka.
Yang dengan gagah berani telah maju.

Sungguh, tak pernah terbayangkan.
Cinta, harapan, dan penawaran kalian yang teramat sungguh kuhargai ketulusannya.

Padahal aku mungkin tak mengenalmu.
Jarak pun telah menjadi penghalang bagi kita untuk bertemu.
Dan meskipun berbagai macam sarana dan celah telah ada.
Kalian, tetap dengan sepenuh hati.
Menjagaku.

Terimakasih.
Atas keterbukaan kalian.
Atas cinta, harapan, dan penawaran kalian.

Sungguh, kurasakan betul rasa yang kalian redam itu.
Murni karena mengharap ridho-Nya semata.

Semoga Allaahu Ta'ala senantiasa menjaga kalian.
Serta memudahkan setiap ikhtiar kalian.

-nm-

Rabu, 03 Oktober 2012

Untukmu, hati.

Bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful


Untukmu, hati.
Wahai hatiku, sekian lama aku selalu mencoba berdamai denganmu. Memahamimu sepenuhnya, mengajakmu berbicara dalam renungan panjang yang tak pernah ku tinggalkan. Namun, meski jabatan padamu terus ku lakukan, hingga saat ini tetap saja tak kuasa aku melihatmu berubah arah. Terombang-ambing.

Aku menyadari, hati jauh lebih licin dari apapun. Bahkan dari belut sawah yang kupegang di tanganpun, engkau jauh lebih licin. Engkau sangat mudah berubah arah, duhai hatiku. Disatu  waktu aku  melihatmu teguh dalam kebenaran menjaga agama. Namun di sisi lain, kulihat kau pun lalai karena maksiat yang tak kau sadari sendiri. Apa maumu?

Ketika aku mendapatimu tegas pada mereka, lawan jenismu. Kekagumanku padamu bertambah. Betapa engkau berusaha menutup seluruh celah yang akan membuatmu ternoda. Memerintahkan para pasukanmu untuk waspada setiap saat. Mata yang menunduk, lisan yang berkata benar, dan kaki yang melangkah dalam kebaikan. Semua atas perintahmu. Karena engkau ibarat raja dalam jasadku yang lemah ini. Ketika engkau baik, jasadku pun akan baik.

Namun, sering pula kilihat kau lalai. Berpanjang angan untuk sesuatu yang belum tentu terjadi. Berpikir hal yang tak sepantasnya dipikirkan oleh seorang muslimah. Hasad, khianat, prasangka buruk, dan semua musuh dari syaithan seakan siap menyerbumu kapanpun kau lalai. Kau baru menyadarinya ketika hitam mulai memenuhi pekatmu. Futur. Mengeras dan ternoda.

Hatiku.
Aku mengerti. Sungguh mengerti. Betapa engkau sering gelisah dan risau mengingat janji-Nya tentang pasangan hidup. Penasaran, ingin tahu, tak sabar, semua seakan menjadi satu rasa yang sulit kau ungkapkan. Banyak caramu mengalihkan perhatian untuk urusan ini. Namun, saat teman-teman di sekitarmu mengungkitnya, kau mudah sekali lemah. Bertanya, dan mulai berpanjang angan. Siapa ya?

Hatiku, yang kuinginkan dalam kebaikan selalu.
Satu pintaku padamu. Bersabarlah. Tidakkah engkau percaya, Alloh-lah Sang Maha Menepati Janji? Tiadalah Ia berjanji, kecuali Ia akan menepatinya. Tak perlu gelisah, risau, gundah dan gulana. Alloh sudah mengatur semuanya. Bersabarlah dalam penantianmu. Karena kelak ketika berbuka, akan kau rasakan manisnya penantianmu selama ini. Nikmat yang berbalut ridho-Nya. Halal yang di berkahi-Nya. Menyenangkan bukan? Tak maukah dirimu merasakannya?

Sekarang hatiku.
Mari kita berusaha bersama memperbaiki diri. Aku dan kamu. Kita mesti seirama. Seiring dengan aliran darah dalam jasadku, aku berharap kita selalu dalam kebenaran yang nyata. Menjemput setiap ilmu yang ada. Memuroja’ah pelajaran yang kita dapatkan bersama. Mengulang-ulang hafalan alqur’an dan hadits yang sering terlupa. Serta ilmu dunia yang tak boleh dilalaikan juga. Bersamamu hati. Mari kita berusaha.

-bersabarlah wahai jiwa, sungguh penantian ini tak akan lama-

 muthmainnafs
101111

Senin, 10 September 2012

ketulusan cinta

bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful


Iseng membaca status facebook seorang teman, dan kata-katanya sungguh bagus sekali. Saya suka sekali ketika membacanya. Semoga bermanfaat untuk teman-teman juga ya yang turut membaca :)

ketulusan cinta bukanlah berupa ungkapan-ungkapan manis yang kita perdengarkan di kedua telinganya dan membuat hatinya berbunga-bunga. Namun, cinta hakiki adalah ketika kita berhasil menghubungkan hati orang yg kita cintai dengan akhirat, memperdalam cinta kepada Allah di hatinya, menanamkan rasa takut kepada-Nya dalam sanubarinya, dan membantunya melakukan kebaikan :)

ahh, betapa tebusan jihad seorang wanita terbayarkan bukan dengan berlaga di medan perang, namun sesederhana ketaatan kpd suami yg kita cintai 

(Ukhty AA)


-nm-

Senin, 03 September 2012

Cintamu Padaku

bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful

Oke, ditengah-tengah hebohnya ujian OSCE yang menjelang, izinkan nafsa untuk sedikit berintermezzo ya. Entah mengapa, diwaktu teman-teman belajar, saya justru asyik membaca salah satu buku kumpulan puisi karangan penulis yang sudah tidak asing lagi. Puisi yang satu ini bagus sekali menurut saya. Meski isinya tentang cinta, tapi maknanya sungguh dalam. No galau please ya :)

Silakan disimak.

Cintamu Padaku
Cintamu padaku
adalah kerinduan waktu
memeluk bisu di batu-batu
saat gerimis jatuh
Cintamu padaku
adalah ketabahan matahari
tatkala menumbuhkan mawar
di nadi sunyi
Cintamu padaku
adalah keindahan purnama
kala meneteskan cahaya
pada lara
Cinta tanpa musim itu
memberi napas dan sayap
pada beribu puisi abadi
tentang kita 
: Pernahkah
kusampaikan padamu?
Cipayung, 28 Januari 2004
Helvy Tiana Rosa




-nm-

Kamis, 05 April 2012

tentang kau

bismillahirrahmaanirrahiim 
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful 


sedang apa kau disana? menuliskah sepertiku? atau sedang berkutat dengan tugas-tugasmu? aku rindu..
Kau.
Yang selama ini membayangi hatiku. Membuat anganku melayang jauh ke negeri indah penuh harapan. Menanti bunga dipetik yang sedang bersemi cantik. 

Kau.
Yang tak pernah hilang dari pikiranku. Hilang timbuk menelisik gyrus-gyrus otakku. Membuatku tak bisa untuk tidak memikirkanmu.

Aku rindu. 
Kau tau?
Dalam diamku yang tak berkesudahan. Penantian akan datangmu seakan menjadi mimpi indah meski belum pasti terjadi. Inilah fitrahku sebagai seorang wanita. Aku menantikanmu, seorang pangeran sholih dambaan hati. Untuk menguatkanku meraih syurga-Nya yang nyata.

Hingga detik ini berlalu, aku menjaga diriku seutuhnya. Karena Ia dan kecintaanku pada-Nya. Karena dengan demikian, kelak cinta dari-Nya dapat kupasrahkan padamu seorang, kakanda.


Bukan sekali, atau dua kali. Sudah kesekian kalinya lelaki datang padaku menawarkan cinta. Lengkap dengan bujuk rayu, gombalan dan perhatian mereka. Tapi setiap kali mereka datang ku selalu teringat padamu. Karena aku tau, mereka bukan dirimu. Dirimu akan datang pada waktu yang tepat, dengan cara yang tepat. Aku yakin itu.

Setiap teringat padamu, saat itulah ku mengencangkan kembali niatku, Menjaga diriku sebaik mungkin, sesempurna mungkin. Karena tidaklah seorang yang terjaga melainkan hanya untuk ia yang menjaga. Aku menantimu. Dalam setiap hari yang kuupayakan menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya. Aku menantimu, menanti saat kita bertemu. Cinta hanya karena-Nya semata. Aku hanya ingin mencintaimu karena-Nya.

siapapun dirimu, dimanapun dirimu berada, apapun yang saat ini kau lakukan..aku percaya..Allohu Ta'ala sudah menggariskan yang terbaik. Dan apabila kita tak dipertemukan-Nya di dunia, semoga Ia berkenan mempertemukan kita di syurga-nya. Aamiin.
081111
-nm-

Selasa, 05 Oktober 2010

pacaran jarak jauh, bolehkah??


"Apakah jika pacaran jarak jauh boleh? Yaitu pacaran tanpa pernah bertemu, hanya saling tukar pikiran dan saling mengenal satu sama lainnya?"
Jawaban :
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Wassholatu wassalamu 'ala Nabiyyina Muhammad Shollallahu 'Alaihi wa Sallam wa 'ala ashhabihi wasallam tasliiman katsiiran. Wa ba'du.
Islam diturunkan oleh Allohu Ta'ala untuk mengajak kepada segala bentuk kemashlahatan dunia dan akhirat. Serta menjaga seluruh kaum manusia dari segala bentuk kerusakan dan madharat, baik itu di dunia maupun di akhirat. Hingga tidaklah sebuah kebaikan kecuali Islam akan mengajak kepada kebaikan tersebut dan kepada seluruh jalan yang memudahkan pencapaian kebaikan ini. Dan pada segala bentuk kerusakan dan mafsadat, Islam juga melarang segala bentuk dan jalan yang mengantarkan kepada mafsadat tersebut. Termasuk diantara perbuatan yang dilarang di dalam Islam adalah perbuatan zina.

Allohu Ta'ala berfirman :
"Dan janganlah kalian mendekati setiap perbuatan zina, karena sesungguhnya perbuatan zina adalah perbuatan yang keji dan teramat buruk" (Al-Isra' :32)

Dengan demikian, segala jalan dan sarana yang dapat menyebabkan seseorang tergelincir hingga terjerumus dalam perbuatan zina juga diharamkan dalam Islam. Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi wa Sallam telah bersabda :
Dari Abu Huroiroh radhiyallohu 'anhu, beliau berkata bahwa Nabi Shollallohu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Telah tertulis atas anak-anak keturunan Adam bagian mereka dari perbuatan zina. Niscaya dia akan mendapatinya. Kedua mata zinanya adalah melihat. Kedua telinga zinanya adalah mendengar. Lisan, zinanya adalah berbicara. Tangan, zinanya adalah menyentuh. Kaki, zinanya adalah melangkah. Dan hati adalah dengan berharap dan berkhayal. Dan hal itu dibenarkan oleh kemaluan, atau di dustakan. " (HR. Bukhori no 6243 dan Muslim no 2657)

Dan juga diriwayatkan dari hadits Buraidah, bahwa Nabi Muhammad Shollallohu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
"Janganlah engkau mengikuti sebuah pandangan dengan pandangan berikutnya, karena sesungguhnya yang pertama dibolehkan bagimu, sedangkan tidaklah yang berikutnya dibolehkan bagimu."(HR.Abu Dawud no 2149 At-Tirmidzi no 2777, Ahmad 5/353 dan 357 dan selain mereka hadist ini juga diriwayatkan oleh al-Hakim dan selain beliau dari hadits Anas bin Malik dengan sanad yang hasan insyaa Alloh )
Wallahu a'lam.

*dinukil dari Majalah Akhwat, Jurnal Muslimah dan Keluarga Sakinah Vol5/1431/2010.

mari saling mencinta dan membenci karena Alloh, hingga nantinya langkah kita menapak bersama di syurga-Nya.