In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ketika engkau mendapati tidak ada seorangpun selain Allohu Ta'ala bersamamu, maka ketahuilah bahwasanya Allohu Ta'ala sudah lebih dari cukup dibandingkan segalanya.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi.." (As-Suusiy)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhainya. Maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam syurga-Ku.." (Al-Fajr : 27-30)

Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label med-facts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label med-facts. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2012

penghisap maut

Bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful



Ada yang tidak tahu apa itu rokok?
Well, jika anda orang Indonesia..maka saya asumsikan anda mengetahuinya. Karena rokok sangat BIASA ditemukan disini. Mengapa? Lihat saja sekitar! Iklan-iklan rokok merajalela dimana-dimana bak jamur yang tumbuh di roti basi. Hampir setiap sudut (terutama di kota) pasti akan dijumpai seorang yang menghisap rokoknya kuat-kuat. Kemudian menghembuskan sisa asapnya ke udara. Mengenaskan.

Saya pun begitu.
Saya mengenal rokok sejak kecil. Bagaimana tidak, eyang saya dulunya adalah perokok berat sebelum beliau meninggal dunia. Bahkan, ketika kecil dulu saya sering sekali meminta eyang atau yang biasa saya panggil dengan Mbah Kakung untuk melakukan atraksi rokok untuk saya. Caranya? Mbah kakung akan merokok, kemudian saya akan meminta mbah kakung membentuk asap lucu-lucu setelahnya. Favorit saya saat itu bentuk donat. Asap dengan bentuk lingkaran dengan lubang ditengahnya. Namun setelah besar, saya mulai membenci rokok. Apapun merknya, harganya, rasanya. Saya tak suka.

Saya dulu tak paham rokok itu tak sehat. Saya hanya tahu, orang yang merokok itu menyebalkan. Orang yang merokok itu adalah orang egois yang tak punya hati. Menghisap rokoknya yang katanya nikmat sesaat kemudian membuang sampahnya ke udara bebas. Membuat orang lain merasakan bau tak sedap karenanya. Untuk saya mencium asap rokok bisa membuat saya ingin sekali muntah. Apalagi di tempat umum. Pernah kejadian, ketika saya ikut bapak pulang dari Yogya menuju Solo naik bis umum, samping saya ada orang yang merokok. Padahal saat itu bis sedang penuh sesak tak karuan. Akhirnya karena tak tahan, saya muntah di sepatu orang itu. Haha. Salah sendiri, merokok di tempat umum.

Dan kini, miris rasanya melihat rokok merajalela laris manis bak kacang goreng di pemutaran layar tancap. Setiap orang bisa merokok. Anak kecil, remaja, dewasa bahkan lansia. Semua orang bisa merokok dengan mudahnya. Akses untuk merokok pun tak susah. Lihat saja iklan-iklan di TV.  Banyak iklan menipu yang mengidentikkan rokok dengan lelaki sejati. Huek. Yang percaya itu benar-benar tidak bisa berpikir jernih tampaknya. Lelaki sejati, tak akan mampu mengorbankan uang untuk anak istri demi sepuntung rokok yang akan perlahan membunuhnya! Lelaki sejati itu ya lelaki sholih, dan tentu saja lelaki sholih tidak merokok. Lelaki sholih itu lelaki yang pasti takut pada Rabb-Nya dan tunduk pada perintah agama. Sayang istri dan keluarga, serta bertanggung jawab dan dapat dipercaya*ups, malah ngelantur*.

Back to topic. Yah, lihatlah. Harga rokok di Indonesia juga tak mahal. Bahkan dengan harga 500 rupiah pun, sebatang rokok bisa menempel ditangan. Miris. Harganya bahkan lebih murah daripada memompa ban sepeda motor di kota. Apalagi di kota-kota yang banyak pelajarnya seperti Yogya. Di warung-warung burjo,banyak sekali yang menjual rokok secara eceran. Membuat bisnis rokok menjadi raksasa besar yang sulit di taklukkan. Apalagi target pasarnya sangat luas. Tak terbatas. Orang tua, dewasa, pria, wanita, remaja, bahkan anak-anak.

Sekarang, setelah saya duduk di bangku kedokteran, saya mengerti. Bahaya rokok memang tak cuma isapan jempol semata. Banyak zat berbahaya di dalamnya. Nikotin, Tar dan ribuan zat kimia lainnya terkandung dalam satu puntung rokok dengan harga murah. Efeknya? Luar biasa. Meracuni tubuh perlahan. Dan kelak, akan menjadi pembunuh yang menyeramkan.

Tahukah anda, selama saya kuliah di kedokteran faktor risiko dari kebanyakan penyakit yang saya temui adalah perokok. Faktor risiko artinya, kemungkinan risiko seseorang yang merokok untuk terkena penyakit itu jauh lebih besar (berkali-kali lipat) dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Apa saja penyakitnya? Well, perlukah saya menyebutkannya? Banyaaak sekali. Mulai dari Penyakit Paru Obstruktif Kronis, Penyakit Jantung Koroner, Penyakit Arteri Perifer hingga yang paling menyeramkan bagi kebanyakan orang : KANKER PARU. Sebenarnya masih banyak penyakit yang bisa disebabkan oleh rokok. Tapi jika saya sebutkan, tulisan ini pasti akan teramat sangat panjang.

Dan yang menyedihkan lagi adalah, ketika seseorang merokok orang disekitarnya juga akan menghisap asap rokok tersebut. Tentu saja ini akan membuat sang perokok pasif ini juga rentan terhadap bahaya dari rokok itu. Second-hand smoker memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner 5 kali lipat dibandingkan dengan orang yang bebas dari asap rokok. Kasihan sekali ya. Hanya karena berada di sekitar orang yang merokok, ia juga terkena dampak bahayanya. Praktis, perokok aktif pasti memiliki dosa tambahan tentunya. Selain meracuni dirinya sendiri, ia juga membuat orang teracuni karena rokoknya. Ckckckc.

Sekarang, tak perlu saya berpanjang lebar. Silakan lihat video dibawah ini ya. Saya dapatkan dari kakak kos yang me-link-kan di fb saya. Semoga bisa membuka mata kita akan bahaya merokok.

-nm-