In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ketika engkau mendapati tidak ada seorangpun selain Allohu Ta'ala bersamamu, maka ketahuilah bahwasanya Allohu Ta'ala sudah lebih dari cukup dibandingkan segalanya.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi.." (As-Suusiy)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhainya. Maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam syurga-Ku.." (Al-Fajr : 27-30)

Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

Puisi Kerendahan Hati

bismillahirrahmaanirrahiim 
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful 



Kalau engkau tak mampu menjadi beringin.. 
yang tegak di puncak bukit,
Jadilah belukar..
Tetapi belukar yang baik yang tumbuh di tepi danau.

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar..

Jadilah saja rumput..
Tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan.

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya..
Jadilah saja jalan kecil..
Tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air


Tidaklah semua menjadi kapten..

Bukan besar kecilnya tugas 
Yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu

Tentu harus ada awak kapalnya


jadilah saja dirimu..
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri


(Taufik Ismail)



:')
-nm-

Senin, 10 September 2012

ketulusan cinta

bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful


Iseng membaca status facebook seorang teman, dan kata-katanya sungguh bagus sekali. Saya suka sekali ketika membacanya. Semoga bermanfaat untuk teman-teman juga ya yang turut membaca :)

ketulusan cinta bukanlah berupa ungkapan-ungkapan manis yang kita perdengarkan di kedua telinganya dan membuat hatinya berbunga-bunga. Namun, cinta hakiki adalah ketika kita berhasil menghubungkan hati orang yg kita cintai dengan akhirat, memperdalam cinta kepada Allah di hatinya, menanamkan rasa takut kepada-Nya dalam sanubarinya, dan membantunya melakukan kebaikan :)

ahh, betapa tebusan jihad seorang wanita terbayarkan bukan dengan berlaga di medan perang, namun sesederhana ketaatan kpd suami yg kita cintai ♥

(Ukhty AA)


-nm-

Senin, 03 September 2012

Cintamu Padaku

bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful

Oke, ditengah-tengah hebohnya ujian OSCE yang menjelang, izinkan nafsa untuk sedikit berintermezzo ya. Entah mengapa, diwaktu teman-teman belajar, saya justru asyik membaca salah satu buku kumpulan puisi karangan penulis yang sudah tidak asing lagi. Puisi yang satu ini bagus sekali menurut saya. Meski isinya tentang cinta, tapi maknanya sungguh dalam. No galau please ya :)

Silakan disimak.

Cintamu Padaku
Cintamu padaku
adalah kerinduan waktu
memeluk bisu di batu-batu
saat gerimis jatuh
Cintamu padaku
adalah ketabahan matahari
tatkala menumbuhkan mawar
di nadi sunyi
Cintamu padaku
adalah keindahan purnama
kala meneteskan cahaya
pada lara
Cinta tanpa musim itu
memberi napas dan sayap
pada beribu puisi abadi
tentang kita 
: Pernahkah
kusampaikan padamu?
Cipayung, 28 Januari 2004
Helvy Tiana Rosa




-nm-

Sabtu, 27 Agustus 2011

menjelang akhir bulan

Bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful


Aku terpaku sendirian
Menatap detik jam yang terus saja berdentang
Tak tik tak tik tak tik tak tik
Suaranya seakan bersahut-sahutan terdengar
 .
Ramadhan menjelang pergi
Aku tak mau masih seperti ini
Melirik kedalam diri jauh di dalam hati
Banyak noda yang belum tuntas diperbaiki
.
 Esok belum pasti terjadi
Yang lalu pun sudah tak mungkin ku dekati lagi
Hari ini yang masih  kumiliki
Seharusnya ku manfaatkan dengan pasti
 .
Karena bisa jadi ini Ramadhan terakhirku
Masihkah aku berpangku tangan dan diam membisu
Padahal waktu seakan memburu
Bersiap-siap melibas leherku