In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ketika engkau mendapati tidak ada seorangpun selain Allohu Ta'ala bersamamu, maka ketahuilah bahwasanya Allohu Ta'ala sudah lebih dari cukup dibandingkan segalanya.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi.." (As-Suusiy)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhainya. Maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam syurga-Ku.." (Al-Fajr : 27-30)

Recent Posts

Sabtu, 17 Juni 2017

Komunikasi Produktif (Day 10)

Bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Allaah The Most Gracious The Most Merciful

Tulisan terkahir dari tantantang sepuluh hari Komunikasi Produktif. Alhamdulillaah J

1. Komunikasi Produktif dengan Suami
Setelah hari sebelumnya saya sempat merasakan kesalahan dalam menyampaikan pesan saya kepada suami, saya berusaha memperbaiki hal itu. Suami dan saya sama-sama menyadari bahwa sesi telepon terakhir tidak berakhir dengan cukup baik, dan kami sama-sama tidak nyaman dengan itu. Melalui WA suami saya berusaha menyampaikan yang beliau rasakan. Dan itu menjadi kesempatan bagi saya untuk memperbaiki cara saya menyampaikan pesan itu ke suami juga.

Saya memberikan penjelasan pada suami tentang apa yang tadi kita bahas. Saya juga menyampaikan maksud dari obrolan saya tadi seperti itu, dan respon yang saya inginkan dari suami seperti apa. Alhamdulillaah suami menerima, saya pun juga menerima maksud dari suami. DI akhir sesi kami sama-sama meminta maaf dan saling memaafkan. J

2. Komunikasi Produktif dengan Anak
Pada poin ini masih tentang memberikan “Pilihan”. Saya masih ingin terus belajar memberikan pilihan dan kesempatan pada Akhfiya. Kali ini tentang makanan yang ingin ia makan. Di usia 7 bulan saat ini, saya dibuat kagum dengan kemampuan Akhfiya yang mulai menunjukkan kemauannya, termasuk memilih makanan yang ia inginkan untuk disantap.

Akhfiya biasanya sangat mudah disuapi, apalagi jika makanan itu merupakan masakan bikinan saya sendiri. Tapi sore ini tiba-tiba Akhfiya sangat suliit makan. Saya yang bingung akhirnya mencoba merecall memori saya, dan ternyata selama 3 hari terakhir saya memasak menu yang sama buatnya. Ia bosan ternyata J Akhirnya saya ajak untuk bicara, sambil bertanya menu apa yang ingin ia makan hari ini. Akhfiya menjawab dengan celotehan yang saya sendiri tidak tahu artinya apa hehe. Dan ketika saya dekatkan dengan bubur beras merah, dia ingin sekali meraihnya. Alhamdulillaah sore itu Akhfiya makan lahap dengan bubur beras merah. ^^

Penutup : Setelah sepuluh hari mempraktikkan komunikasi produktif, saya merasa banyak sekali kekurangan dari diri saya. Namun saya bersyukur karena kali ini saya sudah lebih siap dengan panduan komunikasi produktif tersebut. Poin-poin dalam komunikasi produktif tersebut dapat menjadi pengingat dan indikator bagi saya dalam belajar mengamalkan keterampilan tersebut. Kedepannya saya ingin terus berlatih menerapkan poin-poin tersebut, agar dapat menjadi sebuah kebiasaan yang akan saya bawa hingga seterusnya. Aamiin J

#day10
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip 




Komunikasi Produktif (Day 9)

Bismillaahirrahmaanirrahiim
In The Name of Allaah The Most Gracious The Most Merciful

Sebuah tulisan mengenai Komunikasi Produktif di hari kesembilan.

1.       Komunikasi Produktif dengan Suami
Pada komunikasi hari ini, saya belajar pentingnya kalimat “I am responsible for my communication result”. Bahwa ternyata apabila penerima pesan tidak bisa menangkap maksud dari pemberi pesan, maka itu tanggung jawab dari pemberi pesan. Setiap komunikator (pemberi pesan) akan bertanggung jawab atas hasil komunikasi yang ia lakukan.

Hari ini pun demikian. Setelah sekian waktu saya dan suami tidak telponan dalam jangka waktu dan kualitas yang cukup baik, kami bisa telponan kembali di malam hari. Awalnya pembicaraan ini berlangsung lancar, masing-masing merasa senang bisa mengalirkan perasaannya. Namun menjelang akhir, ada satu topik yang saya bahas dan ternyata saya tidak mendapatkan respon yang baik dari suami. Saya yang sedikit menahan kecewa dan sedih akhirnya terdiam cukup lama. Suami juga demikian. Akhirnya kami menelpon sesi telepon hari itu dengan perasaan yang masih mengganjal :’(.

2.       Komunikasi Produktif dengan Anak
Pada hari ini, masih tentang memberikan “Pilihan” pada anak. Saya berusaha terus mengaplikasikan cara memberikan pilihan ke Akhfiya dengan baik. Apapun aktivitas yang akan ia lakukan saya berusaha memberikan dan menanyakan ke Akhfiya. Meski mungkin ia belum sepenuhnya mengerti dan hanya memandang balik ke saya sambil tersenyum. Saya biasanya berusaha menerjemahkan bahasa tubuh dan mata si kecil atas pilihan-pilihan yang saya berikan.

Sebagai contoh, saat memilih buku bacaan. Di antara berbagai koleksi buku yang ia miliki, saya mengajaknya memilih buku mana yang ingin ia baca hari itu. Akhfiya sudah memiliki satu buku favorit sejak kecil, dan ia selalu suka melihat gambar-gambar di buku itu. Saya menghormati pilihannya dan kembali membacakan buku itu dengan gembira J

#day9
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip 


Komunikasi Produktif (Day8)

Bismillaahirrahmaanirrahiim
In The Name of Allaah The Most Gracious The Most Merciful

Tulisan tentang Komunikasi Produktif hari kedelapan.

1.       Komunikasi Produktif dengan Suami
Komunikasi Produktif dengan suami kali ini mulai menginjak di poin selanjutnya yakni. “Intensity of Eye Contact”. Pada poin ini seperti poin 7-38-55 saya tidak bisa mempraktikkannya secara maksimal karena saya dan suami sedang berjauhan. Kondisi kami yang sedang LDM membuat kami kesulitan mempraktikkannya. Namun Alhamdulillaah ada nikmat teknologi, kami masih bisa bervideo-call saat berkomunikasi.

Melalui video call saya berusaha menjalin kontak mata dengan suami. Hal ini agak sulit dilakukan, mengingat ketika video call saya seringnya sambil menggendong anak atau mengerjakan aktivitas lainnya. Tapi saat hari bervideo call dengan suami, saya berusaha sebisa mungkin untuk menatap mata beliau. Saya harus meluangkan waktu khusus untuk video call agar tidak terganggu oleh aktivitas lainnya. Alhamdulillaah kali ini berjalan cukup lancar.

2.       Komunikasi Produktif dengan Anak
Pada hari ini saya ingin beranjak pada poin selanjutnya yakni “Memberi Pilihan”. Pada poin ini saya berusaha untuk  memberikan pilihan pada Akhfiya. Meski ia masih sangat kecil, saya berusaha untuk mengajaknya bicara. Memberikan pilihan buat si kecil dimulai dari hal-hal yang sederhana, seperti ketika akan memilih baju. Saat akan mandi, saya gendong dia untuk ke lemari pakaiannya sambil mengajaknya bicara. Saya tanya, “Akhfiya mau pakai baju apa hari ini?”. Sambil bertanya saya bantu dia melihat baju-bajunya. Akhfiya tampak senang ketika saya ajak memilih bajunya J

#day8
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip