In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ketika engkau mendapati tidak ada seorangpun selain Allohu Ta'ala bersamamu, maka ketahuilah bahwasanya Allohu Ta'ala sudah lebih dari cukup dibandingkan segalanya.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi.." (As-Suusiy)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhainya. Maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam syurga-Ku.." (Al-Fajr : 27-30)

Recent Posts

Senin, 20 Februari 2017

NHW#4_Nafsa Muthmainna_Solo

Bismillaahirrahmaanirrahiim
In The Name of Allaah The Most Gracious The Most Merciful

Baiklah, pada kesempatan kali ini kembali (lagi) membahas tentang tugas Matrikulasi IIP. Tugas keempat ini membutuhkan waktu bagi saya yang agak lama untuk mengerjakannya, karena ada kesibukan mempersiapkan toko offline di rumah, jadi fokus saya agak terpecah. Meski terlambat, saya tetap berusaha mengerjakannya dengan sebaik mungkin. Mari kita langsung membahasnya :)


   A.      Setelah melalui perenungan dan diskusi dengan suami, saya tetap ingin menekuni ilmu Parenting. Hal ini karena memang saat ini fokus saya adalah belajar menjadi  ibu yang baik untuk anak saya (tentunya belajar untuk jadi istri yang baik juga buat suami ^^). Saya merasa masih teramat miskin ilmu dalam dunia Parenting, dan saya sendiri memang tertarik untuk mendalaminya.
   B.      Melihat di NHW#2, checklist yang sudah saya buat telah saya atur dalam jadwal harian dan saya print serta tempelkan di kamar. Namun, saya akui dalam pelaksanannya masih kurang rapi dan sempurna. Saya masih sering kalah dengan rasa malas dan sifat menunda-nunda yang tentunya akan mempengaruhi hasil checklist tersebut. Namun kedepannya saya ingin lebih tegas dan konsisten dengan apa yang telah saya tulis untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

   C.      Untuk menjawab pertanyaan ini, saya membaca ulangNHW#3 yang telah saya kumpulkan, sembari melakukan tes Talents Mapping di internet. Hasil dari tes Talents Mapping yang saya lakukan membuat saya merasa bertambah mantap untuk menemukan misi spesifik dari hidup saya. Saya sangat senang ketika mampu memberikan pelayanan terbaik kepada orang lain dan mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Saya senang ketika berhasil menyelesaikan permasalahan dari dua orang yang sedang berselisih. Saya juga senang ketika mampu memotivasi dan menginspirasi orang lain untuk lebih maju sesuai potensi yang dimilikinya. Bidang pendidikan yang saya sukai adalah ketika saya membahas tentang dua hal : Kesehatan dan Pendidikan Anak dan Keluarga. Dua bidang ilmu itu selalu membuat saya bersemangat ketika mempelajarinya. So, ini yang bisa saya simpulkan :
Misi Hidup           : melayani orang lain, memotivasi dan menginspirasi orang lain, menyelesaikan
pertikaian antar dua pihak
Bidang                 : Kesehatan, Pendidikan Anak dan Keluarga       
Peran                    : Caretaker, Inspirator, Motivator, Mediator

   D.      Untuk menjadi ahli di bidang yang saya sukai, tentunya saya harus memiliki tahapan ilmu yang harus dikuasai. Karena saat ini profesi saya sebagai dokter, maka bidang kesehatan sudah sedikit banyak saya kuasai karena memang mengambil pendidikan profesi tersebut. Untuk itulah kali ini saya ingin lebih fokus ke ilmu Pendidikan Anak dan Keluarga yang masih baru untuk saya. Berikut tahapan ilmu untuk menguasai ilmu Pendidikan Anak dan Keluarga :
1.       Bunda Sayang à ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
·         Ilmu tentang tumbuh kembang anak
·         Ilmu tentang psikologi perkembangan anak
·         Ilmu agama yang perlu diajarkan untuk anak-anak
·         Ilmu tentang kebutuhan gizi anak
·         Ilmu tentang komunikasi efektif pada anak
·         Ilmu tentang cara menemukan bakat dan minat pada anak
·         Ilmu agar mampu menjadi istri yang baik dan disayang suami J
·         Ilmu tentang psikologi suami dan istri
·         dll
2.       Bunda Cekatan à ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
·         Ilmu tentang pembagian waktu yang efektif
·         Ilmu untuk lebih efisien dalam mengerjakan tugas rumah tangga
·         Ilmu untuk mengelola keuangan dalam rumah tangga
·         dll
3.       Bunda Produktif à ilmu-ilmu seputar minat, bakat, dan kemandirian finansial dll.
·         Ilmu untuk menemukan bakat diri sendiri, passion dan minat
·         Ilmu untuk mengembangkan bakat dan minat
·         dll
4.       Bunda Shaleha à ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang
·         Ilmu untuk membuat materi presentasi yang menarik
·         Ilmu komunikasi interpersonal
·         Ilmu untuk mampu menjadi pembicara yang handal
·         dll
  
   E.       Saya menargetkan 10.000 jam terbang dalam bidang Pendidikan Anak dan Keluarga akan bisa saya capai dalam waktu 10 tahun. Artinya dalam sehari saya harus menginvestasikan diri saya ke aktivitas pencarian ilmu, mempraktikkan dan menuliskan/ membagikan ilmu tentang Pendidikan Anak dan Keluarga selama 4 jam. Saya menetapkan KM 0 saya pada usia 26 tahun ini, dan berharap 10 tahun lagi saya sudah mampu lebih ahli dibidang Pendidikan Anak dan Keluarga.

KM 0-KM 1 (2 tahun) : menguasai ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1-KM 2 (2 tahun) : menguasai ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2- KM 3 (3 tahun) : menguasi ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3-KM 4 (3 tahun) : menguasai ilmu seputar Bunda Shaleha

Saat ini saya sedang memulai perjalanan awal dengan mengikuti Kelas Matrikulasi di IIP.

F.       Setelah melihat di Checklist NHW#2, ternyata sebenarnya sudah saya tuliskan namun belum spesifik. Untuk itu nanti akan saya revisi dan lebih rinci lagi agar kedepannya lebih mudah dan jelas untuk mengaplikasikannya.

   G.     Lakukan , lakukan, lakukan lakukan, lakukan..


Senin, 20 Februari 2017 pukul 09:11
Nafsa Muthmainna


Sabtu, 11 Februari 2017

NHW#3_Nafsa Muthmainna_Solo

Bismillaahirrahmaanirrahiim
In The Name of Allaah, The Most Gracious The Most Merciful

Alhamdulillaah, tak terasa sudah lebih dari tiga minggu saya bergabung dalam grup Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Banyak sekali kebaikan dan manfaat yang saya rasakan selama mengikuti grup tersebut, sehingga saya merasa bersyukur sekali bisa bergabung bersama para bunda dan calon bunda yang luar biasa J

Baiklah, kali ini saya akan kembali membahas tugas di Kelas Matrikulasi ya. Tugas kali ini bertemakan tentang “ MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH” . Untuk tugas kali ini, rasanya agak sedikit sulit untuk dikerjakan, karena kondisi agenda pekan ini yang cukup menyibukkan. Tapi sekali lagi, harus kembali ke niat awal untuk menuntut ilmu, disertai KONSISTENSI dan KOMITMEN yang harus dipenuhi, maka sepertinya tak ada alasan bagi diri saya untuk merasa berat dan malas mengerjakannya.


Mari kita langsung saja ya,

a.  Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.
a.       Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya, dan lihatlah respon dari suami.

è Rasanya, tanpa membuat surat cinta pun setiap harinya rasa cinta saya kepada suami semakin bertambah. Apalagi ketika dalam kondisi berjauhan seperti ini, hanya melihat wajahnya di layar saat video call saja rasanya udah berdebar-debar dan tersipu malu. Apalagi kalau ketemu langsung.. kyaaa.. hehe. Tapi karena tugas disini membuat surat cinta, maka saya tuliskan kembali ya, namun mohon maaf bukan surat cintanya, tapi respon dari suami nya saja ya.  
“ :’)
without realizing it, my tears drop when I read your message.. makasih banyak sayang… I love you sooo much.. semoga Allaah selalu mengisi hari2mu dengan kebahagiaan dan kenangan indah bersama putri mungil kita.. semangat menuju hari pertemuan yang insyaa Allaah tak akan lama lagi..”

è Ketika melihat kembali ke diri suami, banyak hal yang ternyata membuat saya bersyukur sekaligus beruntung menjadi istrinya. Akhlaq, pemahaman agama dan kebaikan hati suami mampu menjadi pupuk cinta bagi saya pribadi untuk lebih mencintainya. Saya percaya, Allaah telah menjodohkan saya dengan seseorang yang terbaik. Kekurangan saya mampu dilengkapi oleh suami saya, begitupun sebaliknya. Melihat potensi dari suami saya, rasanya saya sangat ingin mendukungnya sepenuh hati.  Dan dalam pillow talk yang sering kami lakukan, kami pernah berkesimpulan untuk ingin sama-sama meningkatkan potensi diri masing-masing, namun tak melupakan peran kami di tengah-tengah masyarakat. Kami bersepakat akan menghebat untuk bermanfaat. Bagi saya, suami adalah partner dan sahabat terbaik  dalam kebaikan. Dan saya percaya, ia akan mampu menjadi ayah terbaik bagi anak-anak saya :)

    b.      Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

è Saat ini usia putri saya masih 3 bulan, jadi sepertinya masih belum terlihat potensi yang ia miliki. Namun, satu hal yang pasti saya akan terus berusaha membersamai ketika anak saya tumbuh dan berkembang. Saya akan berusaha untuk memastikan setiap kebutuhan anak dapat terpenuhi dengan baik. Kedepannya, saya akan belajar dan mengamati potensi apa yang kira-kira dimiliki oleh anak saya, sembari tentunya mendiskusikannya dengan suami tercinta J

   c.   Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. Kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allaah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang anda miliki.

è Menurut saya ini bagian yang tersulit, karena rasanya tak cukup seminggu dua minggu untuk menyelami diri sendiri. Butuh perenungan, sekaligus menata hati kembali untuk akhirnya lebih bisa berdamai dan mengenal diri sendiri. Namun, akan saya coba J
è  Saya adalah putri kedua dari 4 bersaudara. Alhamdulillaah saya terlahir dari sebuah keluarga yang cukup berbahagia dan harmonis. Kedua orangtua saya adalah orangtua yang saling menyayangi dan mesra. Saya dan saudara-saudara saya semenjak kecil telah ditanamkan rasa kebersamaan yang cukup kuat, sehingga kami merasa dekat. Semenjak kecil, ayah saya sepertinya cukup menyadari potensi saya untuk menjadi dokter. Hal ini karena ayah saya rahimahullah adalah seorang dokter juga, dan saya sering sekali ikut beliau praktik dan jaga di RS. Alhamdulillaah, jalan untuk menjadi dokter juga dimudahkan oleh Allaahu Ta’ala. Nilai-nilai saya cukup memuaskan, dan saat ini saya telah lulus dari salah satu fakultas kedokteran negeri di Indonesia. Bagi saya, menjadi dokter telah membuka potensi-potensi diri saya yang sebelumnya mungkin tidak terlihat.
è Potensi diri saya yang selama ini saya tahu adalah saya sering menjadi Communicator. Saya sering menjadi jembatan komunikasi dari pihak yang saling berselisih atau salah paham. Saya juga sering menerima curhatan dari teman-teman, pasien atau keluarga yang sedang memiliki masalah. Kondisi ini membuat saya menjadi tempat berkeluh kesah bagi orang-orang disekitar saya. Hal ini pula yang membuat saya menjadi sedikit banyak memahami pola komunikasi yang diperlukan bagi tiap individu adalah berbeda-beda.
è Ketika saya melihat kembali pada anak dan suami, dengan potensi yang saya miliki sebagai seorang dokter, namun juga menjadi seorang communicator, ada banyak peran yang bisa saya lakukan. Sebagai dokter, saya dapat mengaplikasikan ilmu kesehatan yang telah saya miliki bagi suami, anak, keluarga, lingkungan sekitar dan masyarakat. Sebagai communicator ,saya bisa turut andil dalam program kesehatan pemerintah dan terjun untuk memberikan edukasi kesehatan bagi orang-orang di sekitar saya.  Saya bisa menyadarkan kepada orang-orang pentingnya kesehatan bagi kehidupan mereka.  Sebagai communicator juga, saya berharap bisa menjadi telaga bagi orang-orang di sekitar saya yang sedang membutuhkan ruang untuk mencurahkan hatinya. Sambil tentunya menjadi pendengar yang baik dan berusaha membantu menemukan solusinya. Bagi saya, menjadi seorang dokter dan communicator adalah potensi yang cukup kuat bagi saya untuk memberikan peran terbaik bagi keluarga, lingkungan sekitar, dan masyarakat.
è Oh iya, ini ada beberapa tambahan potensi saya yang selama ini dinilai oleh suami J . Beliau berbaik hati membantu saya menemukan potensi diri saya hehe :
1.       Reliable Planner à Miya penyusun rencana yang bagus.. semuanya dipikirkan dengan matang
2.       Good Leader à kalau ada sesuatu tugas tahu apa yang harus dikerjakan dan pandai membagi pekerjaan
3.       Fashionable à pandai berdandan dan berbusana, gorgeus, good looking wife
4.       Caring and loving person
5.       High Responsibilityà kalau dapat amanah dijalankan semaksimal mungkin
6.       Good cook à pinter masak..
Itu potensi diri saya yang dinilai oleh suami. Hehe, jadi malu sendiri bacanya :”)

     d.      Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Apakah anda menangkap maksud Allaah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini.

è Baik, untuk menjawab pertanyaan ini sepertinya nanti kedepannya akan lebih dinamis dan tidak saklek untuk jawaban ini saja. Karena kondisi saat ini, saya sedang LDM dengan suami saya, dan tinggal bersama orangtua saya. Jadi saya akan berusaha menjawab sesuai kondisi yang saat ini saya hadapi.
è Saat ini saya tinggal bersama orangtua saya, yakni Ibu. Bapak saya telah meninggal dunia hampir 8 tahun yang lalu ketika saya mulai memasuki bangku kuliah. Ketika Bapak meninggal, posisi Ibu saat itu adalah sebagai seorang ibu rumah tangga. Tentunya, beliau harus memutar otak agar tetap bisa menghidupi keempat anaknya. Akhirnya, Ibu memutuskan untuk berwiraswasta dengan membuka kios batik di Pasar Klewer. Beliau harus membanting tulang dan bekerja keras untuk dapat memastikan setiap kebutuhan anaknya terpenuhi dengan baik. Dengan kondisi tinggal bersama Ibu, yang masih memiliki beban tanggungan 2 adik saya, tentunya ada peran yang bisa saya dan suami ambil. Saya dan suami bersepakat untuk berusaha meringankan beban Ibu saya. Alhamdulillaah saat ini suami sudah memiliki pekerjaan yang mapan, dan penghasilan tetap sehingga kami bisa mensupport Ibu dari sisi finansial.
è Selain dari sisi keluarga saya, dari keluarga suamipun kami juga bersepakat untuk membantu apabila ada keluarga yang membutuhkan. Kami percaya, bahwa dalam rizki yang telah diberikan oleh Allaah terdapat hak-hak orang lain yang juga perlu kami tunaikan.
è Untuk lingkungan masyarakat, di sebelah rumah terdapat sebuah musholla kecil peninggalan dari Bapak. Musholla ini meski kecil, namun cukup dimakmurkan oleh para jama’ahnya. Ada sholat berjam’ah yang rutin dilaksanakan, hingga kajian ilmu agama yang terjadwal. Kami berharap bisa ikut andil dalam memberikan nilai keislaman di lingkungan sekitar. Kami berusaha untuk mensupport makmurnya musholla kecil ini hingga terasa manfaatnya bagi masyarakat di sekitar.
è Dan kedepannya, jika episode LDM ini telah selesai dan kami berkumpul bersama kembali, kami ingin menjadi satu tim solid yang dapat memberikan manfaat bagi umat.
Alhamdulillaah sudah selesaiii…  ^^


Sabtu, 11 Februari 2017 pukul 14.39

Nafsa Muthmainna

Sabtu, 04 Februari 2017

NHW#2_Nafsa Muthmainna_IIP Solo

Bismillaahirrahmaanirrahiim
In The Name of Allaah The Most Gracious The Most Merciful

                Pada kesempatan kali ini, saya akan kembali membahas tugas Matrikulasi Institut Ibu Professional yang kedua. Tugas kedua kali ini tidak seperti tugas pertama yang bertujuan mengalirkan rasa sembari menentukan tujuan. Pada tugas kali ini, perlu pemikiran yang lebih dalam disertai pertanyaan ke diri sendiri untuk menemukan jawaban yang sesuai. Tentunya diskusi dengan suami tetap dibutuhkan ya :)
                Tugas Matrikulasi IIP kedua ini adalah membuat checklist indikator profesionalisme perempuan. Saya diminta untuk membuat sebuah indikator yang tentunya bisa dipraktikkan sehari-hari. Dalam pembuatan indikator tersebut, akan lebih baik bila saya dapat berdiskusi dengan suami dan anak (bila sudah bisa diajak diskusi) sehingga indikator yang dibuat juga dapat membahagiakan keluarga. Oh iya, dalam pembuatan indikator ini sebaiknya menganut prinsip SMART, yakni Specific, Measurable, Achievable, Realistic dan Time Bond. Baiklah kita langsung saja ya. Indikator ini dibuat saat saya sedang menikah hamper dua tahun, dengan kondisi LDM dengan suami, dan memiliki seorang putri yang berusia 3 bulan. Kedepannya, seiring berjalannya waktu indikator-indikator tersebut dapat berubah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada.


INDIKATOR PROFESIONALISME
 NAFSA MUTHMAINNA

   1.       SEBAGAI INDIVIDU
   a)      HARIAN
·         Shalat wajib 5 waktu di awal waktu
·         Shalat sunnah rawatib minimal 2 kali
·         Shalat dhuha minimal 2 rakaat
·         Shalat witir minimal 1 rakaat
·         Membaca dzikir setiap pagi dan petang
·         Membaca Al-Quran dan terjemahannya minimal 5 halaman
·         Menghafal minimal 1 ayat Al-Qur’an tiap harinya
·         Mandi pagi maksimal jam 8.30 pagi  (bila tidak ada kegiatan di luar rumah)
·         Mandi sore maksimal jam 5 sore
·         Berdo’a , berdizkir dan membaca surat Al-Mulk sebelum tidur
·         Mengupload barang dagangan di Instagram / grup WA/ shopee maupun grup BBM
·         Mencatat pengeluaran dan pemasukan keluarga setiap harinya
·         Meminum air putih minimal 8 gelas perhari
   b)      MINGGUAN
·         Membaca Surat Al-Kahfi di hari Jum’at
·         Menyisihkan uang untuk sedekah dan infaq di hari Jumat
·   Mengikuti Kajian,dapat dengan mengikuti langsung, melihat video, atau mendengarkan rekaman kajian minimal 2x dalam seminggu
·        Memakai masker wajah, lulur tubuh, dan keramas minimal 1x dalam seminggu
·         Memuraja’ah minimal 1 surat setiap minggunya
·         Merekap keuangan keluarga perminggu
·         Berolahraga minimal 3x dalam seminggu (@30 menit)
   c)       BULANAN
·         Mengupload 1 tulisan baru di blog
·         Merekap dan merencanakan keuangan keluarga perbulan
·         Membaca minimal 1 jurnal / artikel kedokteran
·         Menyelesaikan minimal 1 buku bacaan
·      Melakukan pemeriksaan kesehatan kepada mama, ibu dan bapak mertua minimal 1 kali
   d)      TAHUNAN
·         Mengikuti minimal 3x seminar kedokteran
·         Mengikuti baksos/pengobatan gratis minimal 2x
·         Menyediakan makanan untuk berbuka puasa minimal 1x selama bulan Ramadhan
·         Berqurban minimal 1 ekor kambing ketika Iedul Adha
·         Memberikan hadiah untuk mama, ibu dan ayah mertua minimal 1x dalam setahun


   2.       SEBAGAI ISTRI
   a)      HARIAN
·         Menyediakan/menyiapkan sarapan pagi maksimal jam 06.00 pagi
·         Selesai membersihkan kamar dan rumah maksimal jam 10.00 pagi
·         Menelpon suami minimal 1x tiap hari
·         Mengirimkan foto/video anak ke suami minimal 1x tiap hari
·         Mengalirkan rasa, sekaligus mendengarkan cerita suami setiap hari
·         Selesai masak makan malam maksimal jam 16.30 sore
·         Berdandan dan berpakaian cantik sebelum video call dengan suami
   b)      MINGGUAN
·         Video call bersama suami dan anak minimal 3x seminggu
·         Menelpon ayah dan ibu mertua minimal 1x perminggu
·    Sharing ilmu tentang parenting, buku bacaan dan seminar (jika ada) dengan suami minimal 1x seminggu
·         Menyetorkan hafalan quran sekaligus murajaah surat ke suami minimal 1x perminggu
   c)       BULANAN
·         Silaturahim ke rumah mertua/ saudara ipar minimal 1x perbulan
·         Mencoba menu masakan baru minimal 2x sebulan
·         Melaporkan keuangan bulanan ke suami
   d)      TAHUNAN
·         Pergi berdua bersama suami minimal 2x setahun
·         Memberikan hadiah untuk suami minimal 1x dalam setahun


   3.       SEBAGAI IBU
   a)      HARIAN
·         Memandikan anak di pagi hari maksimal jam 07.30 pagi
·         Memompa ASI minimal 3x dalam sehari
·         Menemani anak bermain minimal 3 jam dalam sehari
·         Memberikan stimulasi tumbuh kembang anak minimal 2x dalam sehari
·         Memberikan ASI sesuai permintaan anak (ASI on demand)
·         Memandikan anak di sore hari maksimal jam 16.00 sore
·         Membacakan buku cerita untuk anak minimal 1x sehari
·    Membacakan surat-surat pendek dari Qur’an minimal 1 surat tiap hari dan diulang minimal 3x
·         Membacakan (mengajari) minimal 1 do’a harian pada anak dan diulang minimal 3x
·         Membaca do’a perlindungan untuk anak minimal 3x sehari
·         Memeluk, mencium mendekap dan mengajak bicara anak sesering mungkin
   b)      MINGGUAN
·         Memotong kuku tangan dan kaki anak bila sudah panjang
·         Mentransfer foto dan video anak dari handphone ke folder khusus di laptop
·         Mensortir stok ASIP minimal 1x seminggu
·         Mencari ilmu tentang parenting, kurikulum pembelajaran anak minimal 1x seminggu
   c)       BULANAN
·         Mengajak anak untuk mengunjungi kakek dan neneknya
·         Mengajak anak untuk imunisasi sesuai jadwal yang diberikan DSA
·         Membelikan 1 buku cerita baru untuk anak setiap bulannya
·     Membelanjakan keperluan anak yang habis setiap bulannya (missal : popok, minyak telon, sabun cuci botol dsb)
·       Mencatat perkembangan fisik anak setiap bulan di aplikasi handphone maupun di buku KIA
   d)      TAHUNAN
·         Mengajak anak untuk family outing minimal 3x setahun
·    Mengajak anak ke Panti Asuhan sembari mengajarkan tentang syukur dan berbagi minimal 1x setahun
·         Mempersiapkan tabungan untuk pendidikan masa depan anak

Alhamdulillaah sudah selesai.. Semoga apa yang saya tulis bisa direalisasikan perlahan namun pasti. Bismillaah J


Sabtu, 4 Februari 2017 pukul 08.36

Nafsa Muthmainna