In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ketika engkau mendapati tidak ada seorangpun selain Allohu Ta'ala bersamamu, maka ketahuilah bahwasanya Allohu Ta'ala sudah lebih dari cukup dibandingkan segalanya.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi.." (As-Suusiy)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhainya. Maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam syurga-Ku.." (Al-Fajr : 27-30)

Recent Posts

Kamis, 05 April 2012

tentang kau

bismillahirrahmaanirrahiim 
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful 


sedang apa kau disana? menuliskah sepertiku? atau sedang berkutat dengan tugas-tugasmu? aku rindu..
Kau.
Yang selama ini membayangi hatiku. Membuat anganku melayang jauh ke negeri indah penuh harapan. Menanti bunga dipetik yang sedang bersemi cantik. 

Kau.
Yang tak pernah hilang dari pikiranku. Hilang timbuk menelisik gyrus-gyrus otakku. Membuatku tak bisa untuk tidak memikirkanmu.

Aku rindu. 
Kau tau?
Dalam diamku yang tak berkesudahan. Penantian akan datangmu seakan menjadi mimpi indah meski belum pasti terjadi. Inilah fitrahku sebagai seorang wanita. Aku menantikanmu, seorang pangeran sholih dambaan hati. Untuk menguatkanku meraih syurga-Nya yang nyata.

Hingga detik ini berlalu, aku menjaga diriku seutuhnya. Karena Ia dan kecintaanku pada-Nya. Karena dengan demikian, kelak cinta dari-Nya dapat kupasrahkan padamu seorang, kakanda.


Bukan sekali, atau dua kali. Sudah kesekian kalinya lelaki datang padaku menawarkan cinta. Lengkap dengan bujuk rayu, gombalan dan perhatian mereka. Tapi setiap kali mereka datang ku selalu teringat padamu. Karena aku tau, mereka bukan dirimu. Dirimu akan datang pada waktu yang tepat, dengan cara yang tepat. Aku yakin itu.

Setiap teringat padamu, saat itulah ku mengencangkan kembali niatku, Menjaga diriku sebaik mungkin, sesempurna mungkin. Karena tidaklah seorang yang terjaga melainkan hanya untuk ia yang menjaga. Aku menantimu. Dalam setiap hari yang kuupayakan menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya. Aku menantimu, menanti saat kita bertemu. Cinta hanya karena-Nya semata. Aku hanya ingin mencintaimu karena-Nya.

siapapun dirimu, dimanapun dirimu berada, apapun yang saat ini kau lakukan..aku percaya..Allohu Ta'ala sudah menggariskan yang terbaik. Dan apabila kita tak dipertemukan-Nya di dunia, semoga Ia berkenan mempertemukan kita di syurga-nya. Aamiin.
081111
-nm-

Minggu, 01 April 2012

luka bakar dan embun penyejuk

bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful 

Ditengah rutinitas yang cukup menyibukkan ini, nafsa tiba-tiba teringat akan sebuah cerita di komik masa kecil. Saat itu, sang tokoh kecil berucap, 
"jangan menyentuh ikan dengan tangan langsung..dinginkan dulu tanganmu dengan air, karena suhu badan kita bisa menjadi luka bakar baginya". 

Bagi nafsa, kata-kata itu punya makna tersendiri.
Apalagi, ketika seringkali berinteraksi dengan teman-teman yang ditemui hampir setiap harinya.

Berpikir.
Jangan-jangan, selama ini tak sengaja diri ini telah menjadi luka bakar bagi orang lain.
Bukan pada fisik, raga dan jasmani.
Tapi luka bakar dihati.

Bukankah kita tak pernah tahu?
Bisa saja, kata-kata yang kita anggap biasa..terasa sangat menghujam hati saudara kita.
Perbuatan yang kita anggap sepele..menjadi pelecut dendam di hati orang lain.
Atau obrolan tak penting kita..terdengar seperti sindiran di telinga mereka.

Merenungi sikap selama ini.
Sungguh, takut jika demikian adanya.

Bagaimana jika mereka kelak meminta pertanggung-jawabanku di akhirat sana?
Tanpa sempat aku meminta maaf pada mereka didunia.
Sungguh, merugilah aku.
Amalku saja masih tak cukup membawaku ke syurga.

Maka, berhati-hatilah.
Dalam berniat, berkata, dan bersikap.
Mohonlah petunjuk, agar Ia selalu membimbing jalan kita.
Hingga setiap langkah, bukanlah menjadi luka bakar bagi orang lain.
Melainkan menjadi embun, yang meyejukkan hati setiap insan.




-nm-

Rabu, 07 Maret 2012

just for You

bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful


Lelah?
Aku juga.
Sibuk?
Yap, begitupula aku.
Tapi setidaknya balaslah sms ku.
Sesulit itukah?

Kalimat ini beberapa hari ini memenuhi ruang pikiranku. Saat dimana kesibukan terasa menghimpit jiwa dan raga. Tak perlu kusebutkan, tapi yang jelas fisik ini lama kelamaan terasa berat untuk menjalaninya. Setiap bangun pagi, badan tak pernah sesegar yang lalu. Capek yang terakumulasi. Letih yang tertumpuk. Hak tubuh yang sering tertunaikan dengan cara yang tidak sempurna.

Tak apa. Ini pilihan yang harus dijalani. Bukankah sudah menjadi prinsip, untuk menyelesaikan dengan baik apa yang telah dimulai? Tak perlu ada rasa berat, mengeluh, merutuk. Nikmatilah sebagai sebuah coretan yang tergores dalam catatan hidup. Jalani dengan hati yang ikhlas, dan penuh semangat. Tunggu tanggal mainnya, pasti ada yang istimewa menunggu masa.

Ruwet? Sangat. Apalagi saat orang-orang yang dulu kita pilih mulai berubah haluan. Kata-kata pembuka itu menjadi buktinya. Hanya kesabaran, dan terus berbaik sangka menjadi obat sakit saat ini. Kala hati mulai mengeruh oleh karat-karat tak tersadarkan. Hanya do’a pada-Nya lah yang menjadi penguat. Untuk senantiasa meluruskan niat dan tekad.

Maka, kata-kata selanjutnya menjadi penghibur hati yang tak terbatas. Seringkali menggumamkan kata ini dalam hari. Setiap pagi menjelang, kala pundak memberat, waktu senyum terasa berat untuk terkulum, saat menuju peraduan malam.

“If it is not for You, then for who?
Jalani lah semua karena-Nya. Inginku, semua ini tak hanya berbuah di didunia. Akhiratpun turut serta. Karena ATP yang terkuras untuk semua ini akan sama. Namun hasilnya akan berbeda jika niatnya berbeda. Apa yang membedakannya? Yap. Pahala. Dan keridhoaan-Nya.

Jika bukan untuk-Nya, untuk siapa lagi? Jika bukan karena-Nya, karena siapa lagi?
Alloh mengerti sejauh mana engkau berusaha cha.
Sahabat itu hilang timbul, keluarga pun memiliki masa tersendiri.
Tapi Ia. Selalu ada. Alloh, selalu ada.




-nm-