In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ketika engkau mendapati tidak ada seorangpun selain Allohu Ta'ala bersamamu, maka ketahuilah bahwasanya Allohu Ta'ala sudah lebih dari cukup dibandingkan segalanya.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi.." (As-Suusiy)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhainya. Maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam syurga-Ku.." (Al-Fajr : 27-30)

Recent Posts

Jumat, 05 April 2013

hati dan lisan

bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful


Suatu ketika tatkala Luqman Al-Hakim disuruh untuk menyembelih seekor domba dan memberikan kepada tuannya dua anggota tubuh yang paling baik, ia mendatangkan hati dan lisannya. 

Kemudian pada kesempatan lain tuannya menyuruhnya kembali untuk menyembelih seekor domba dan memberikan kepadanya dua anggota tubuh yang paling buruk. Lalu ia pun mendatangkan hati dan lisan kepada tuannya tersebut.

Tuannya pun merasa terkejut dan berkata kepadanya, " Aku telah menyuruhmu membawakanku dua anggota tubuh yang paling baik, engkau mendatangkan hati dan lisan. Kemudian, aku menyuruhmu mendatangkan kepadaku dua anggota tubuh yang paling buruk, lalu engkau berikan hati dan lisan pula. Lalu apa rahasianya?"

Luqman kemudian menjawab, " Wahai tuanku, keduanya ialah sesuatu paling baik yang ada di tubuh jika keduanya baik. Dan keduanya ialah sesuatu yang paling buruk yang ada di tubuh jika keduanya buruk."

Karena bahaya nya yang sangat besar dan tidak ada pada anggota tubuh yang lain, setiap hari ia diseru untuk bertakwa kepada Allaah. Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Apabila anak Adam memasuki waktu pagi, maka seluruh anggota tubuh mengingatkan lisan seraya berkata kepadanya. 'Bertakwalah kepada Allaah terhadap kami, sesungguhnya kami bergantung padamu. Jika engkau lurus, kami pun akan lurus dan jika engkau bengkok, kami pun akan bengkok."

(HR. At-Tirmidzi (2409), Ibnu Khuzaimah, dan Al-Baihaqi. Al Albani menghasankannya dalam Shahih Al Jami' Ash-Shaghir (351).)

Abdullaah bin Mas'ud radhiyallaahu 'anhu berkata,

" Wahai lisan, katakanlah yang baik, niscaya kamu akan beruntung. Diamlah dari perkataan yang buruk niscaya kamu akan selamat, sebelum nantinya kamu akan menyesal."
"Demi Allaah, Dzat yang Tiada Yang Berhak Diibadahi kecuali Dia. Tidak ada sesuatu yang perlu ditahan lama selain lisanku."

Semoga Allaahu Ta'ala memberikan kekuatan pada kita untuk dapat berlaku adil terhadap kedua telinga dan satu mulut kita. Karena Allaahu Ta'ala menjadikan untuk kita dua telinga dan satu mulut adalah supaya kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. 


dikutip dari buku " Menjadi Istri Penuh Pesona" oleh Imad Al-Hakim, hal 115-116


semoga bermanfaat.. :)
-nm-

Rabu, 03 April 2013

Puisi Kerendahan Hati

bismillahirrahmaanirrahiim 
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful 



Kalau engkau tak mampu menjadi beringin.. 
yang tegak di puncak bukit,
Jadilah belukar..
Tetapi belukar yang baik yang tumbuh di tepi danau.

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar..

Jadilah saja rumput..
Tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan.

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya..
Jadilah saja jalan kecil..
Tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air


Tidaklah semua menjadi kapten..

Bukan besar kecilnya tugas 
Yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu

Tentu harus ada awak kapalnya


jadilah saja dirimu..
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri


(Taufik Ismail)



:')
-nm-

Jumat, 29 Maret 2013

It's my comeback!

bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful

Alhamdulillaah, akhirnya setelah beberapa saat vakum dari dunia perbloggingan saya bisa kembali menulis. Rindu ya ternyata, berbagi isi pikiran lewat tulisan. Meskipun tidak yakin ada yang bersedia membacanya. Hohoho. 


Yah, tidak bisa dipungkiri menjadi mahasiswa tingkat akhir itu memang memiliki kesibukan yang terasa menyita. Waktu, tenaga, pikiran dan semangat bisa terkuras habis menjalani setiap langkah menuju satu kata : WISUDA. Saya pun menjalaninya dengan tertatih-tatih. Melangkah perlahan, jatuh, bangkit dan berdiri kembali seakan hal biasa yang mewarnai siklus dalam beberapa waktu terakhir ini. Tapi Allaahu Ta'ala selalu ada untuk saya. Dan Ia membantu saya dengan cara -Nya yang luar biasa :')

Perlahan tapi pasti, saya melangkah maju. Tantangan pertama yang harus dihadapi adalah SKRIPSI. Perjalanan skripsi saya cukup berliku. Mulai dari ganti judul beberapa kali, bolak-balik rumah sakit mengambil data, mendengarkan setiap keluhan paramedis , hingga kesalahan fatal yang tidak terelakkan. Satu hal yang terasa sangat membebani pikiran adalah menjelang seminar hasil dan pendadaran. Ketika mendapatkan dosen penguji yang terkenal cerdas,kritis dan "killer". Pada akhirnya saya hanya dapat berpasrah diri pada Allaah. Dan satu tantangan pun terlewati. Alhamdulillaah, pendadaran ternyata tidak semenakutkan yang saya pikirkan. 

Tantangan kedua saya adalah OSCE KOMPRE. Osce komprehensif adalah ajang penyeleksian mahasiswa kedokteran sebelum memasuki dunia koas. Materinya pun tak tanggung-tanggung, keterampilan medis dari tahun pertama hingga tahun keempat ada didalamnya. Bisa dibayangkan, betapa kami tersibukkan dengan ikhtiar menjelang ujian. Belajar bersama dan berdo'a terus mewarnai hari-hari menjelang ujian. Hari ujian pun tiba, dan saya sebetulnya bisa dikatakan belum siap menghadapinya. Setelah ujian berakhir, terasa sekali banyak kesalahan yang saya lakukan. Lupa diagnosis, lupa memasang selang oksigen, lupa anamnesis lengkap, aduh, pokoknya banyak sekali! Saya sampai hampir putus asa dengan hasil ujian ini. Meski pada akhirnya menyadari, bahwasanya ini saatnya untuk tawakkal setelah berikhtiar sekuat tenaga.

Tantangan ketiga adalah persiapan wisuda. Banyak hal yang harus di selesaikan untuk melengkapi syarat wisuda. Bolak balik dari satu tempat ke tempat lain menjadi hal biasa. Alhamdulillaah, semuanya berjalan cukup lancar atas bantuan-Nya.

Kini, saya beranjak ke tantangan selanjutnya : Dunia Koas. Dokter Muda

Akan banyak cerita baru. Masalah baru. Ujian baru. Semangat baru. 
Jika menilik dalam hati, saya tidak cukup siap sebenarnya. Namun saya tak bisa lari, karena ini adalah kesempatan yang selama ini sudah saya perjuangkan sekuat tenaga.

Koasisten, aku akan segera datang. 
Insyaa Allaah :)


-nm-