In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ketika engkau mendapati tidak ada seorangpun selain Allohu Ta'ala bersamamu, maka ketahuilah bahwasanya Allohu Ta'ala sudah lebih dari cukup dibandingkan segalanya.."

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi.." (As-Suusiy)

In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful..

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhainya. Maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam syurga-Ku.." (Al-Fajr : 27-30)

Recent Posts

Rabu, 03 Oktober 2012

Untukmu, hati.

Bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful


Untukmu, hati.
Wahai hatiku, sekian lama aku selalu mencoba berdamai denganmu. Memahamimu sepenuhnya, mengajakmu berbicara dalam renungan panjang yang tak pernah ku tinggalkan. Namun, meski jabatan padamu terus ku lakukan, hingga saat ini tetap saja tak kuasa aku melihatmu berubah arah. Terombang-ambing.

Aku menyadari, hati jauh lebih licin dari apapun. Bahkan dari belut sawah yang kupegang di tanganpun, engkau jauh lebih licin. Engkau sangat mudah berubah arah, duhai hatiku. Disatu  waktu aku  melihatmu teguh dalam kebenaran menjaga agama. Namun di sisi lain, kulihat kau pun lalai karena maksiat yang tak kau sadari sendiri. Apa maumu?

Ketika aku mendapatimu tegas pada mereka, lawan jenismu. Kekagumanku padamu bertambah. Betapa engkau berusaha menutup seluruh celah yang akan membuatmu ternoda. Memerintahkan para pasukanmu untuk waspada setiap saat. Mata yang menunduk, lisan yang berkata benar, dan kaki yang melangkah dalam kebaikan. Semua atas perintahmu. Karena engkau ibarat raja dalam jasadku yang lemah ini. Ketika engkau baik, jasadku pun akan baik.

Namun, sering pula kilihat kau lalai. Berpanjang angan untuk sesuatu yang belum tentu terjadi. Berpikir hal yang tak sepantasnya dipikirkan oleh seorang muslimah. Hasad, khianat, prasangka buruk, dan semua musuh dari syaithan seakan siap menyerbumu kapanpun kau lalai. Kau baru menyadarinya ketika hitam mulai memenuhi pekatmu. Futur. Mengeras dan ternoda.

Hatiku.
Aku mengerti. Sungguh mengerti. Betapa engkau sering gelisah dan risau mengingat janji-Nya tentang pasangan hidup. Penasaran, ingin tahu, tak sabar, semua seakan menjadi satu rasa yang sulit kau ungkapkan. Banyak caramu mengalihkan perhatian untuk urusan ini. Namun, saat teman-teman di sekitarmu mengungkitnya, kau mudah sekali lemah. Bertanya, dan mulai berpanjang angan. Siapa ya?

Hatiku, yang kuinginkan dalam kebaikan selalu.
Satu pintaku padamu. Bersabarlah. Tidakkah engkau percaya, Alloh-lah Sang Maha Menepati Janji? Tiadalah Ia berjanji, kecuali Ia akan menepatinya. Tak perlu gelisah, risau, gundah dan gulana. Alloh sudah mengatur semuanya. Bersabarlah dalam penantianmu. Karena kelak ketika berbuka, akan kau rasakan manisnya penantianmu selama ini. Nikmat yang berbalut ridho-Nya. Halal yang di berkahi-Nya. Menyenangkan bukan? Tak maukah dirimu merasakannya?

Sekarang hatiku.
Mari kita berusaha bersama memperbaiki diri. Aku dan kamu. Kita mesti seirama. Seiring dengan aliran darah dalam jasadku, aku berharap kita selalu dalam kebenaran yang nyata. Menjemput setiap ilmu yang ada. Memuroja’ah pelajaran yang kita dapatkan bersama. Mengulang-ulang hafalan alqur’an dan hadits yang sering terlupa. Serta ilmu dunia yang tak boleh dilalaikan juga. Bersamamu hati. Mari kita berusaha.

-bersabarlah wahai jiwa, sungguh penantian ini tak akan lama-

 muthmainnafs
101111

Senin, 10 September 2012

ketulusan cinta

bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful


Iseng membaca status facebook seorang teman, dan kata-katanya sungguh bagus sekali. Saya suka sekali ketika membacanya. Semoga bermanfaat untuk teman-teman juga ya yang turut membaca :)

ketulusan cinta bukanlah berupa ungkapan-ungkapan manis yang kita perdengarkan di kedua telinganya dan membuat hatinya berbunga-bunga. Namun, cinta hakiki adalah ketika kita berhasil menghubungkan hati orang yg kita cintai dengan akhirat, memperdalam cinta kepada Allah di hatinya, menanamkan rasa takut kepada-Nya dalam sanubarinya, dan membantunya melakukan kebaikan :)

ahh, betapa tebusan jihad seorang wanita terbayarkan bukan dengan berlaga di medan perang, namun sesederhana ketaatan kpd suami yg kita cintai ♥

(Ukhty AA)


-nm-

Senin, 03 September 2012

Cintamu Padaku

bismillahirrahmaanirrahiim
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful

Oke, ditengah-tengah hebohnya ujian OSCE yang menjelang, izinkan nafsa untuk sedikit berintermezzo ya. Entah mengapa, diwaktu teman-teman belajar, saya justru asyik membaca salah satu buku kumpulan puisi karangan penulis yang sudah tidak asing lagi. Puisi yang satu ini bagus sekali menurut saya. Meski isinya tentang cinta, tapi maknanya sungguh dalam. No galau please ya :)

Silakan disimak.

Cintamu Padaku
Cintamu padaku
adalah kerinduan waktu
memeluk bisu di batu-batu
saat gerimis jatuh
Cintamu padaku
adalah ketabahan matahari
tatkala menumbuhkan mawar
di nadi sunyi
Cintamu padaku
adalah keindahan purnama
kala meneteskan cahaya
pada lara
Cinta tanpa musim itu
memberi napas dan sayap
pada beribu puisi abadi
tentang kita 
: Pernahkah
kusampaikan padamu?
Cipayung, 28 Januari 2004
Helvy Tiana Rosa




-nm-